Sedikit Cerita Tentang Furniture Ukiran Jepara

Furniture ukiran Jepara adalah salah satu produk andalan kota kami, produk ini juga merupakan salah satu kekuatan dan kebanggaan kami dimata dunia. Namun, sebelum anda memutuskan untuk membeli produk furniture ukiran Jepara, ada baiknya anda kenalan dulu dengan produk andalan kota Jepara ini.

Disini kita akan bahas mengenai:

  1. Sejarah Ukiran Jepara
  2. Kondisi Industri Furniture Ukiran Sekarang
  3. Kelebihannya
  4. Kelemahannya
  5. Perbedaan Kualitas Furniture Lokalan dan Eksport
  6. Harga Furniture Ukiran Jepara
  7. Tips Membeli Furniture Ukir Jepara
  8. Kesimpulan

Tulisan ini akan sedikit panjang, jadi list diatas adalah jump to section yang memudahkan anda untuk langsung menuju point yang anda perlukan.

Dan juga informasi disini adalah sekedar point of view kami saja, yang kebetulan kami adalah putra Jepara asli yang berkecimpung dalam usaha pembuatan dan penjualan produk furniture jati Jepara. Jadi mungkin informasi dari rekan2 pebisnis lain bisa jadi berbeda.

Sedikit Sejarah Furniture Ukiran Jepara

Konon katanya para simbah dan para bijak, budaya seni ukir di Jepara itu sudah ada sejak jaman kerajaan, bahkan sebelum era kolonialisme masuk ke Nusantara.

Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya beberapa relief dan peninggalan budaya yang punya hiasan ukiran khas Jepara. Menurut beberapa sumber, ukiran jepara sudah ada sejak jaman ratu kalinyamat yang hal itu bisa dilihat salah satu peninggalannya sekarang yakni di masjid mantingan Jepara.furniture ukiran Jepara

Peran Raden Ajeng Kartini juga tidak kecil dalam memajukan industry dan seni ukir di Jepara, beliaulah yang memperkenalkan hasil karya ukir masyarakat Jepara kepada dunia luar, dimulai dari keprihatinanya terhadap taraf hidup para pengrajin ukiran Jepara, beliau kemudian membuat berbagai produk yang dipasarkan ke luar daerah dan juga dikirim ke teman2nya di Belanda.

Dari situlah karya seni ukir Jepara mulai dikenal dunia dan pesanan pun mengalir kepada para pengrajin furniture ukiran Jepara. Cerita ini juga disinggung di film Kartini yang dibintangi mbak cantik Dian sastro.film kartini

Perkembangan industri furniture ukir di Jepara juga tidak bisa lepas dari pengaruh kolonialisme dan penjajahan, baik oleh belanda dan sekutunya maupun oleh penjajah Jepang.

Para penjajah atau kolonis datang kesini bukan hanya mau merampok saja, namun juga mau berkoloni di Nusantara. Jadi mereka otomatis membawa segala kebutuhan hidup mereka yang itu termasuk furniture.

Gaya furniture yang dibawa para kolonis ini mempengaruhi model furniture yang diproduksi di Indonesia, terutama di Jepara. Dan model furniture tersebut masih ada sampai sekarang.

Kondisi Industri Furniture Ukir Sekarang

Dan model2 furniture ukiran yang dipengaruhi oleh influens kolonialisme ini yang justru bisa bertahan dan jadi besar. Ini karena pasar furniture eropa yang menginginkan replika furniture antik dari jaman lampau.

Dan seperti yang sudah kita singgung diatas, kita sudah punya pengalaman memproduksi furniture model eropa dari jaman baheula, itulah sebabnya mengapa industry furniture ukiran Jepara yang punya design eropa malah bisa jadi besar sekarang ini.

Sedangkan kondisi industri furniture ukir untuk pasar lokal sekarang tidaklah terlalu popular seperti 10 tahun yang lalu, hal ini sehubungan dengan naiknya popularitas furniture Jepara minimalis yang memang sedang naik trend nya dipasar furniture Indonesia.

Furniture ukir memang tidak hilang begitu saja dari peredaran, namun memang sangat jauh berkurang kuantitas produksinya. Ini bisa dilihat dari banyaknya “brak” atau tempat kerja pengrajin furniture yang dulu membuat produk ukiran, sekarang banting setir jadi bikin furniture model minimalis.

Untuk industri furniture jepara secara keseluruhan, hal ini bukanlah jadi sebuah masalah besar karena ekonomi yang ditunjang industry furniture memang tetap jalan kencang, namun bagi kelangsungan seni ukir kayu di Jepara, hal ini cukup mengkhawatirkan.

Kami khawatir kalau kesenian yang sudah menjadi identitas kota kami ini akan hilang ditelan trend dan arus industry, maka dari itu, perlu peran serta semua pihak termasuk kami pelaku industry dan pemerintah untuk tetap melestarikan industry furniture ukiran Jepara ini.

Furniture ukiran yang ada sekarang hanya diminati oleh pasar2 tertentu, yang itu adalah pasar furniture murah atau yang high end sekalian.

Furniture ukiran yang murahan dibikin asal2an, ukirannya juga tidak selayaknya ukiran asli Jepara. Hanya “di oret2” pake pahat seadanya jauh dari kesan halus dan elegan. Kita bicarakan hal ini secara lebih detail dibawah.

Sedangkan pasar high end atau furniture mewah tidaklah banyak, hanya peminat atau para antusiast yang memang suka dengan design klasik saja yang mau membeli furniture ukiran Jepara yang asli.

Kondisi seperti ini diperkuat dengan kedatangan para raksasa furniture dunia seperti Ikea, yang masuk ke Indonesia dengan design modern minimalis dan harga yang sangat terjangkau.

Namun ini bukanlah sebuah kesalahan satu pihak, memang seperti inilah kondisi industri, dan bagaimanapun juga, furniture dengan design klasik tidak akan kehilangan peminatnya, hanya jumlahnya saja yang berkurang.

Jadi begitulah kondisi furniture Jepara terutama yang model ukiran sekarang ini, sekarang, mari kita bahas mengenai kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan Furniture Ukiran Jepara

  1. Lebih mewah dan elegan
  2. Tidak terpengaruh oleh trend
  3. Ukiran jepara yang asli, lebih halus dan hidup

Oke, mewah dan elegan memang bisa saja dicapai dengan penggunaan furniture minimalis, namun tidak bisa dipungkiri bahwa kesan mewah itu banyak mengacu pada istana2, dan kita tahu bahwa istana itu sama dengan antik, jadi ya begitulah…

Masalah trend, iya memang trend berpengaruh pada semua hal, namun tidak begitu banyak dampaknya pada produk dengan gaya yang sudah lampau kan? Bagi sebagian orang, ketinggalan jaman is a good thing, dan orang2 seperti inilah yang biasanya tetap setia pada gaya2 klasik termasuk furniture, tak peduli apaun trend yang sedang berkembang dipasaran saat itu.

Untuk point no.3, ini khusus untuk furniture ukir yang dihasilkan oleh pengrajin kota Jepara, tidak bisa dipungkiri lagi jika ukiran jepara itu lebih halus dan hidup jika dibandingkan dengan ukiran dari kota lain. Ini kaitannya sama pengalaman dan budaya seni ukir yang turun temurun dikota Jepara.

Kelemahannya

  1. Agak repot perawatannya
  2. Ukuran produk relatif besar
  3. Harga yang lebih mahal dibanding model minimalis

Perawatan furniture klasik dengan ukiran memang tidak semudah design yang polos2 saja, kita perlu sedikit repot terutama dalam hal membersihkan sela2 ukirannya, tidak bisa hanya dilap begitu saja, kita harus sedikit lebih detail membersihkan cekungan2 unkiran supaya kotoran dan debu tidak menumpuk dalam cekungan ukiran furniture kita.

Untuk ukuran furniture design klasik memang tidak mengharuskan untuk besar, namun untuk mendapatkan kesan kemewahan yang maksimal, ukuran yang besar ini membantu lho. Jadi jika anda punya ruangan yang kecil, sebaiknya pilih design yang tepat agar furniture ukiran anda bisa ter ekspos secara layak.

Sedangkan untuk masalah harga, furniture ukiran Jepara memang sedikit lebih mahal jika dibanding design minimalis. Ini wajar karena ada satu step tambahan dalam produksinya yakni proses mengukir itu sendiri. Ukiran yang proper itu tidak murah lho, beda dengan yang asal2an.

Bedanya gimana sih ukiran yang bagus dengan yang biasa2 saja, mari kita bahas sedikit dibawah ini.

Perbedaan Kualitas Lokalan Dengan Kualitas Eksport

Pada umumnya, kualitas produk yang bagus selalu di istilahkan dengan kualitas eksport, sedangkan kualitas yang kurang bagus disebut lokalan. Meskipun hal ini tidak sepenuhnya benar, namun kita semua setuju dengan istilah ini.

Pada furniture ukiran Jepara istilah2 ini juga berlaku, kalau anda mendengar istilah “lokalan” mungkin yang anda dapat adalah kualitas furniture yang…yaaah seadanya. Begitu pula sebaliknya jika anda ditawarkan furniture kualitas eksport, kemungkinan besar kualitasnya memang layak untuk dijual dipasar international.

Yaps ini tidak sepenuhnya benar, namun for the sake of istilah, let’s keep it that way ok?

Jadi, apa sih perbedaan mendasar dari furniture kualitas lokalan dan eksport? Dalam dunia ukiran kayu, perbedaan yang utama adalah pada tingkat kehalusan ukirannya.

Ukiran yang halus itu yang bagaimana sih? Ukiran yang halus itu punya garis lengkungan yang “langsam”, atau tidak patah2, punya cekungan yang dalam dan halus juga, serta punya pola yang teratur rapi serta proporsional, mungkin gambar dibawah ini bisa menjelaskan maksud kami.

Selain kualitas ukiran, pemakaian bahan baku kayu juga merupakan perbedaan yang signifikan pada furniture kualitas lokalan dan eksport. Mungkin anda belum tahu, kalau misalnya sama2 kayu jati, diameter kayu kecil dan besar itu bedanya jauh lho, baik pada harga maupun kualitas akhir produknya.

Pada furniture kualitas eksport, kayu yang dipakai minimal diameternya adalah 20 cm, sedangkan untuk kualitas lokalan, tidak ada minimnya, percayalah…bahkan kayu dari ranting saja bisa jadi furniture ditangan pengrajin Jepara.

Harga Furniture Ukiran Jepara

Harga furniture Jepara juga tidak lepas dari pembahasan point diatas, harga ditentukan baik dari kualitas bahan dan juga kualitas pengerjaan. Semakin banyak bahan yang dipakai dan semakin halus pengerjaannya, maka otomatis harganya juga semakin mahal.

Selain 2 faktor utama diatas, harga furniture ukiran Jepara juga ditentukan dari kerumitan designnya, baik itu design kesuluruhan produknya maupun kerumitan design ukirannya itu sendiri.

Hal ini berkaitan dengan biaya produksi furniturenya, misal design simple2 saja, maka kita tidak perlu waktu yang banyak serta tidak perlu tenaga ahli untuk membuatnya, otomatis harga jualnya juga bisa lebih murah. Begitu pula sebaliknya, kalau designnya rumit, maka waktu ekstra dan tenaga ahli pun diperlukan, dan ingat, dimana2 yang namanya tenaga ahli itu tidak ada yang murah.

Selanjutnya adalah finishing, ini juga berperan cukup banyak dalam penentuan harga jual furniture, misalnya, finishing bahan melamine akan lebih murah dibanding bahan NC atau bahkan PU. Kalau dalam ukiran biasanya pakai warna emas, tahukah anda kalau finishing emas yang pakai cat semprot itu harganya jauh lebih murah dibanding finishing emas tempel?

Tips Membeli Furniture Jepara Ukiran

Baik, setelah anda tahu perbedaan kualitas furniture lokalan dan eksport, dan serta faktor2 yang menentukan harga jual sebuah produk furniture, sekarang kami akan berbagi tips untuk membeli furniture ukiran dari Jepara.

  • Kenali selera anda, jangan asal2 ikut trend. Percayalah, orang yang punya selera sendiri itu lebih keren daripada yang sekedar ikut2an tetangga.
  • Kenali suplier anda, Ini mungkin mudah kalau anda beli dari toko offline, namun kalau anda beli dari online, hati2 lah, jangan termakan janji muluk2 penjual online ya.
  • Kalau bisa…datang langsung ke Jepara, sekalian jalan sama keluarga mungkin? Dengan begitu anda bisa melihat langsung fasilitas produksi dari suplier anda. Jangan beli kucing dalam karung…
  • Mintalah garansi, suplier yang percaya diri akan produknya tidak akan gentar memberikan garansi setahun dua tahun bahkan sepuluh tahun sekalipun.
  • Jangan tergiur harga super murah, harga bahan baku itu standard kok, kalau yang jelek ya murah, yang bagus ya mahal. Kalau harga produknya terlalu murah, anda patut curiga bahan yang dipakai memang yang jelek kualitasnya.
  • Coba bandingkan harganya dengan vendor besar seperti Ikea atau sejenisnya. Meskipun barangnya tidak sama, namun anda bisa dapat banyangan dari sana.

Kesimpulan

Funiture ukiran memang tidak nge trend lagi sekarang, namun eksklusifitas tidak perlu trend untuk tetap eksist. Furniture model klasik punya segmen pasar tersendiri yang loyal dan tidak mudah pindah haluan.

Hati2 dalam memilih produk furniture anda, perhatikan kualitas kayu dan konstruksinya, serta kehalusan pekerjaan tukang dan finishingnya. Anda bisa mendapatkan berbagai informasi tentang furniture Jepara di website ini, kalau anda banyak tahu, otomatis anda susah untuk dibodohin kan?

Kami punya beberapa referensi produk ukiran yang ada dihalaman furniture Jepara terbaru kami, anda bisa membeli produk yang sama atau bisa juga dijadikan referensi design untuk kebutuhan furniture anda.

Jadi…terima kasih anda sudah membaca shared info tentang furniture ukiran Jepara dari kami, semoga bermanfaat dan bisa jadi tambahan pengetahuan bagi anda. Salam…